moto gp 20012
General news New bikes Industry Bizarre General Racing news Moto GP WSB BSB2013 Moto Guzzi California 1400 unveiled, Piaggio 2012 Suzuki GSXR1000 tested at the HomesteadMiam 2012 KTM 990 Supermoto R gets 9M+‑ABS from BoschGP Fantasy Game 2012; LIVE Timing and Scoring; Formula 1 Stream; Formula 1 Video Latest Headlines: MotoRacingGear: Alpinestars GP Tech Race Suit, Tech 1ZX Gloves, Tech 1T Shoes Moonshot: An UndertheSkin Look at the Most Technically Ambitious Supercar Everangry birds 20012 (1) 240x320 infinity blade ii (1) download s2 apk (1) larousse apk (1) Moto GP 1011 will bring fans the most authentic and realistic Moto GP experience ofThe NorCal Moto Paradise. A Pashnit Tour. Beautiful. A Pashnit Tour of theAll three teams chose to change their team names as well, with Team Lotus becoming Caterham F1 Team, Lotus Renault GP becoming Lotus F1 Team and Marussia Virgin Racing
MotoGP 2012 – Akhirnya Ducati secara resmi memamerkan penampilan terbaru motor yang akan ditunggangi oleh Valentino Rossi di MotoGP 2012. Lalu seperti apa baju baru motor Ducati Desmosedici GP12 di MotoGP 2012 nanti?
Ducati secara resmi meluncurkan penampilan terbaru motor Desmosedici GP12 melalui live streaming di Facebook dan disaksikan lebih dari 100 ribu penggemarnya.
“Kita telah siap untuk musim baru dan kami telah melihat hasilnya selama ini. Uji resmi terakhir di Jerez,” kata Rossi yang tetap mempertahankan kelir kuning pada motornya.
Penampilan motor terbaru Valentino Rossi dengan Ducati Desmosedici GP12 lebih mengesankan konsep Italia. Hal ini bisa kita lihat dari warna-warna garis hijau dan putih yang bernuansa bendera nasional Itali.
pedrosa unggul kan stoner dalam gp 2012 antara v.rossi vs c.stoner
PEMBALAP Repsol Honda asal Spanyol, Dani Pedrosa tetap menjadikan rekan setimnya, Casey Stoner sebagai pembalap unggulan di MotoGP 2012. Alasannya, Stoner memiliki kemampuan yang sempurna hampir di semua sirkuit.
Performa konsisten yang diperlihatkan Stoner sepanjang musim 2011 lalu diakui Pedrosa sebagai hal yang tidak mengejutkan dirinya. "Tentu saja Stoner akan tetap jadi unggulan di musim depan. Dia adalah juara bertahan, dia seorang rider yang bisa tampil bagus di semua trek dan di mana pun dia selalu tampil cepat," kata Pedrosa di eurosport.
Menurut Pedrosa, saat ini Stoner lah yang akan terus mendominasi balapan MotoGP, situasinya hampir sama seperti Valentino Rossi di beberapa musim lalu sebelum pindah ke Ducati. Dulu Rossi yang menjadi unggulan utama, tapi sekarang ini kendali ada di tangan Stoner. "Tak ada yang tahu masalah yang dihadapi Rossi selain Rossi sendiri," kata Pedrosa.
"Saya sendiri tidak tahu, tanpa pernah mencoba motor Ducati sulit membayangkan apa masalah utamanya. Jika kita sebelumnya mengendarai motor Yamaha dalam beberapa tahun tentunya akan punya ide untuk membuat setingan yang dianggap tepat. Mungkin Rossi tidak mempersiapkan pemikiran yang radikal dalam hal ini," kata Pedrosa.
Bagi Pedrosa, musim 2011 lalu tetap memuaskannya meski sejumlah masalah dialaminya. Insiden kecelakaan yang dialami termasuk saat kecelakaan bersama Marco Simoncelli telah memupus harapannya untuk bersaing jadi juara 2011.
Tiga race tak bisa diikuti Pedrosa setelah kecelakaan di LeMans, Prancis. Harapannya pun pupus sejak pertengahan musim, di klasemen akhir, pembalap MotoGP paling mungil itu terkunci di peringkat empat klasemen dengan 219 poin di bawah Stoner, Jorge Lorenzo, dan Andrea Dovizioso.
Pedrosa juga mengulas tentang kompatriotnya, Jorge Lorenzo yang kehilangan gelarnya di musim 2011. Ada beberapa faktor yang membuat Lorenzo gagal di 2011.
"Di 2010, dia memang sangat kuat. Mungkin ada beberapa hal yang mempengaruhinya di musim 2011. Disukai atau tidak, jika seorang pembalap pernah jadi juara dunia, biasanya dia akan merasa lebih rileks dan bisa jadi kehilangan sedikit motivasi dan fighting spirit," katanya.
"Selain itu di persaingan MotoGP juga perlu ada faktor keberuntungan, tapi itu kita tak bisa mengendalikannya. Itu adalah sesuatu hal yang bisa mengeliminasi faktor risiko kecelakaan," kata Pedrosa
ROSSI MEMBERI KRITIKAN PEDAS KE C.STONER
berapa pekan lalu, Valentino Rossi melontarkan kritikan pedas kepada juara dunia MotoGP 2011, Casey Stoner. Kini menjelang bergulirnya musim 2012, Stoner berbalik menyerang pengoleksi tujuh gelar dunia MotoGP itu. Kritikan Stoner itu membuat persaingan di lintasan balap semakin memanas,
Rossi mengkritik Stoner hanya mampu meraih juara dunia berkat kecanggihan motor Honda yang ia kemudikan. Menurut pebalap Italia itu, sebenarnya Stoner tidak memiliki kemampuan memadai untuk menjadi juara dunia. Stoner hanya tertolong dengan kecanggihan motor Yamaha.
Kini, Stoner balik mengkritik Rossi. Tidak hanya menyerang Rossi, pebalap Australia itu juga mempertanyakan keandalan mekanik tim Ducati, Jerry Burgess, dalam mengembangkan motor terbaik bagi Rossi. Stoner mengatakan, sepanjang musim lalu Burgess kesulitan meningkatkan performa motor Ducati sehingga Rossi kesulitan meraih podium.
“Saya merasa gelar juaraku di tahun lalu terasa sangat manis berkat kritikan Valentino dan Jerry. Seharusnya mereka melihat ke diri sendiri karena tidak mampu mengembangkan mobil yang kompetitif," kata Stoner kepada Motorcyclingnews, Rabu (15/2/2012).
“Ternyata mereka 10 kali lebih bingung dalam menentukan target mana yang menjadi prioritas. Semua yang Valentino katakan bahwa saya tidak berusaha cukup keras sebenarnya bukanlah hal yang baru,” tandas Stoner.
Pebalap berusia 26 tahun itu mengatakan, Ducati memiliki motor terbaik di grid dan ia memiliki ban terbaik dan banyak hal lainnya. Saat masih memperkuat Ducati, Stoner pernah merasakan apa yang sedang menimpa Rossi saat ini. Ia melihat nasib buruk Ducati juga menular kepada Marco Melandri dan Nicky Hayden.
MotoGp, Casey Stoner, valentino rossi
Rossi Mulai Berani Bicara Naik Podium
Rossi Mulai Berani Bicara Naik Podium. Valentino Rossi dan Ducati belum menunjukkan performa menjanjikan seperti yang diharapkan ketika memasuki awal musim 2011 ini. Akan tetapi, setelah melewati paruh pertama dan melakukan sejumlah pengembangan, “The Doctor” mulai terlihat lebih optimistis menghadapi sisa Moto GP musim ini.
Memang, sampai seri ke-11, Rossi baru satu kali naik podium di Le Mans, Perancis, pada bulan Mei lalu. Namun, keberhasilannya itu lebih karena faktor keberuntungan akibat dua pebalap di depan, Dani Pedrosa dan Marco Simoncelli, terlibat kecelakaan.
Karena frustrasi dengan kinerja GP11, Rossi beralih ke GP11.1 yang merupakan pencangkokan sasis motor 2012 dengan mesin 800 cc. Ternyata, perubahan itu tak memberikan perubahan signifikan karena Rossi masih mengeluh tentang front-end yang membuatnya kesulitan saat masuk tikungan, begitu juga saat keluar.
Terus melakukan modifikasi, Ducati memberikan front-end baru saat tampil di Brno. Hasilnya, Rossi merasa semakin nyaman, terutama saat memasuki zona pengereman dan masuk tikungan. Alhasil, juara dunia sembilan kali balap motor ini bisa berada di urutan enam kualifikasi—hasil terbaik selama debutnya dengan Ducati—dan finis di posisi yang sama saat balapan.Jika Anda menghilangkan Stoner, maka saya tidak terlalu jauh dari podium sehingga kami tahu bahwa pekerjaan yang dilakukan selama ini sudah menunjukkan kemajuan.”


<


1 komentar:
keren
Posting Komentar